Jumat, 22 Mei 2009

ORANG-ORANG YANG CURANG

ORANG-ORANG YANG CURANG

Khutbah Jum’at di Masjid Iman Ketaping

Tanggal 12 September 2008 M / 22 Dzulqaidah 1429 H

Firman Allah dalam Surat Al-Mutaffifin (83) :1-2

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ(1)الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ(2

Artinya : Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,

Kaum mukminin siding jama’ah Jum’at yang di Rahmati Allah.

Alhamdulillah, kita sama-sama bersyukur kepada Allah, dengan izin Allah, Allah pertemukan kita di tempat yang mubarrak ini di bulan suci ramadhan ini.

Kemudian kita sama-sama bersalawat buat junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw.

Kaum mukminin yang dimuliakan Allah,

Dalam kesempatan ini khatib ingin mengajak kita untuk membicarakan firman Allah dalam surat al-Mutaffifin ayat 1 dan seterusnya, dan ayat yang barusan kita bacakan tadi ayat 1 dan 2, dimana disini Allah menggambarkan sifat curangnya manusia, dan sifat curang ini kalau kita miliki akan membahayakan kita ketika kita hidup di akhirat kelak, maka khatib sengaja manyampaikan ini agar kalau ada diantara kita berprilaku curang segera menghentikannya karena betul-betul bahaya kalau sifat ini ada dalam pribadi kita. Allah memulai ayat ini dengan mengatakan “kecelakaan besarlah” bukan hanya kecelakaan kecil tapi kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Apa tanda orang yang curang yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan di ayat 3 nya Allah mengatakan :

وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ(3

dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.

Jadi ciri jelas orang yang curang ini adalah apabila dia meminta, dia mau banyak dan apabila member yang diberinya sedikit.

Mungkin ada diantara kaum mukminin yang beranggapan bahwa ayat ini bukan untuk kaum mukmin karena dalam ayat ini Allah member tamsilan menimbang, saya kan bukan pedagang saya tidak pernah menimbang berarti ayat ini hanya untuk pedagang hanya untuk orang yang timbang menimbang, itu adalah anggapan yang salah. Karena al-Qur’an ini adalah Petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, petunjuk bagi seluruh manusia. Jadi inti dari ayat adalah untuk semua perilaku curang adalah kecelakaan besar. Mungkin di dunia kita mengatakan kemenangan kalau kita mampu menipu orang, tapi Allah gambarkan “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang”.

Kaum mukminin yang dirahmati Allah.

Kita bisa rasakan apakah perilaku curang ini ada atau tidak dalam diri kita? Kalau ada segera buang, kalau Allah panggil kita dalam posisi Mutaffifin (orang yang curang) maka kita pasti celaka. Kita bisa rasakan sebagai apa kita, sebagai pedagang jelas Allah gambarkan orang-orang yang menimbang yang tidak betul, menjual barang tidak sesuai dengan kualitas harganya. Sebagai pegawai kantor misalnya, ada yang datangnya lambat pulangnya cepat itu jelas curang maka kena ayat ini, maka dia di mata Allah mendapat title keceelakaan besar. Misalnya kita diamanahkan belanja ke pasar oleh pimpinan perusahaan untuk membeli dua item barang perusahaan kemudian kita pergi di jam kerja yang di suruh hanya untuk perusahaan, tapi kita beli untk keperluan kita maka ini jelas curang.

Kalau ada diantara kita yang berperilaku seperti itu maka harus kita segera bertaubat kepada Allah karena perilaku itu adalah perilaku orang-orang yang celaka dan kecelakaannya bukan hanya kecelakaan kecil tapi kecelakaan besar. Kemudian kita lihat bagi siswa yang suka cabut sekolah, orang belajar dia bermain dia adalah orang-orang yang curang, sederhananya ketika antrian kita menyerobot antrian jadi jelas orang-orang yang curang (mutaffifin). Misalnya ketika lampu merah di persimpangan kita terobos jelas-jelas itu orang yang curang dan orang yang curang adalah orang yang celaka. Apa kata Allah “orang-orang curang itu dia merasa hebat dengan kecurangannya, dia merasa pintar dengan tipu muslihatnya tapi Allah gambarkan disini dalam ayat berikutnya Allah mengatakan :

أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ(4

Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan

Bahwa sesungguhnya orang yang curang itu akan mati dan akan mempertanggungjawabkan apa yang telah dicuranginya ketika dia hidup. Kemudian kata Allah dalam ayat selanjutnya bahwa mereka akan dibangkitkan di suatu hari yang besar :

لِيَوْمٍ عَظِيمٍ(5

Dan di ayat 16 kata Allah : “Kemudian sesungguhnya mereka benar-benar masuk ke dalam neraka

Jadi, kita hdup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah, kehidupan kita di dunia ini hanya transit untuk hidup yang sebenarnya di akhirat. Seperti kita dalam rahim ibu kita, mungkin kita berfikir untuk apalah tangan Allah berikan kepada kita, untuk apalah kaki Alllah berikan kepada kita, mata, telinga ketika kita dalam rahim ibu kita, padahal makanan langsung masuk ke dalam perut kita tanpa kita kunyah. Tapi itu semua baru bermanfaat ketika kita keluar dari rahim ibu kita ketika kita berada di dunia. Begitu juga kaum mukminin, kita hidup didunia ini betul-betul transit dan kita tidak tahu kapan berakhirnya perjalanan hidup kita ini dan perjalanan hdup kita setelah ini adalah perjalanan yang panjang, bahagianya bahagai yang panjang, sengsaranya juga sengsara yang berkepanjangan. Maka ketika kita di dunia mungkin tidak terasa manfaatnya shalat, kita tidak terasa manfaatnya jujur tapi ketika kita tinggalkan dunia ini barulah terasa kejujuran itulah yang menyelamatkan kita dari gejolaknya api neraka.

Maka kaum mukminin kita bisa rasakan apakah selama ini kita berprilaku curang, memain-mainkan faktur, memain-mainkan waktu, korupsi uang, korupsi waktu, kalau itu masih ada maka berniat segera mengakhirinya dan mumpung kita berada di bulan suci ramadhan kita berpuasa, pintu sorga terbuka lebar-lebar. Tidak kah kita mau masuk surge yang pintunya dibuka lebar-lebar. Seiring bulan ini adalah bulan ampunan mari kita bertaubat mohon ampun kepada Allah dan berniat serta bertekad untuk tidak menjadi orang-orang yang curang karena orang-orang yang curang jangankan di akhirat dia celaka di dunia dia pasti celaka, tidak ada orang yang mau berurusan denga orang-orang yang curang.

Fa’tabiru ya ulil absar la’allakum turhamun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MULAI SEKARANG

KUNJUNGI

KAMI DI SINI