Jumat, 22 Mei 2009

DUNIA

DUNIA

Disampaikan di Masjid Iman

Tgl 02 Januari 2009 M/ 05 Muharram 1430 H

Firman Allah Dalam surat Ali Imran ayat 185

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ(185

Artinya : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (Al Qur’an Surah Ali Imran ayat 185

Kaum mukminin sidang jamaah jum’at yang di rahmati Allah, Alhamdulillah kita sama-sama bersyukur kepada Allah dengan izin dan Rahmat Allah kembali kita berhadir di rumahnya ini. Kemudian shalawat beriring salam buat junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw.

Kaum mukminin yang kami hormati,

Terasa begitu cepatnya waktu ini berjalan, rasanya baru kemaren kita menyambut tahun 1429 H, kemaren itu ternyata teah lewat 300 hari yang lalu begitu cepatnya waktu ini, sekarang ini kita telah berada di tahun 1430 H.

Ayat yang kami bacakan tadi sura ali Imran 183 dimana jelas sekali Allah gambarkan kepada kita apa itu dunia, dunia adalah kehdupan yang tidak sebenarnya, dunia adalah kehidupan yang memperdayakan dan Allah mengatakan sungguh beruntung orang yang apabila meninggalkan dunia dia masuk ke dalam surge dan terhindar dari api neraka.

Kaum mukminin yang kami hormati

Dengan pergantian tahun, dengan bertambahnya jumlah tahun itu sudah pasti mendekatkan kita kepada ajaran Islam. Kalau banyak diantara kaum mukminin yang ditakdirkan 1430 H ini akhir kehidupan kaum mukminin hanya hitungan hari kaum mukminin akan tinggalkan dunia ini, sedangkan ayat ini jelas sekali mengatakan kepada kita bahwa dunia adalah kehidupan yang memperdayakan maka dalam kesempatan ini khatib ingin mengajak kita untuk sama-sama menghisab diri kita apakah kita ini sudah layak untuk meninggalkan dunia ini, kalau belum alangkah malangnya kita karena jadwal kematian kita tidak tahu sementara kita belum layak untuk meninggalkan dunia ini.

Sidang Jum’at yang kami hormati,

Kebanyakan dari kita hampir semua kita selalu memikirkan masa tua, hari tua, dengan banyaknya anak-anak muda setelah lepas kuliah dia menginginkan jadi PNS, tidak salah jadi PNS dan itu bagus, kenapa dia mau menjadi PNS karena masa tua terjamin dan banyak kita lihat orang yang kebetulan dia tidak masuk PNS dia bekerja sebagai pegawai swasta dia mengasuransikan dirinya untuk hari tua sehingga banyak kita lihat asuransi yang menggaet orang untuk asuransi hari tua. Mungkin kalau orangtelah berumur 30 Tahun kalau asuransi hari tua mungkin 55 tahun mungkin 25 tahun lagi dia nikmati. Tapi asuransi hari akhirat mungkin 25 detik lagi akan menjumpainya. Maka pada kesempatan ini khatib benar-benar mengetuk hati kita semua mari kita asuransikan diri kita untuk asuransi akhirat. Bagaimana caranya? Caranya yang jelas dan pasti adalah prioritas utama dalam kehidupan kita adalah kehidupan akhirat. Apapun yang kita lakukan kita pastikan selamat akhirat kita. Banyak kita lihat kaum mukminin, banyak peluan-peluang pahala yang berserakana di depan kita yang tidak kita ambil. Contoh sederhana bagi kita laki-laki Shalat berjama’ah itu nilainya 27 kali dibandingkan dengan shalat sendiri. Kalau diibaratkan uang, ada uang 1 juta dan ada uang 27 juta kita hadapkan kepada seseorang 1 juta ada dihadapannya dan 27 juta dia bergerak sedikit dan ada sedikit rintangan, kalau dia ambil 1 juta siapapun akan melihat dia itu bodoh orang yang bersih hatinya orang yang benar pikirannya ketika ada tawaran ini 1 juta kamu boleh ambil dan 27 juta kamu boleh ambil terserahj mana yang kamu ambil? Pasti siapaun dia akan mengambil yang 27 juta padahal kaum mukminin nilai shalat berjama’ah itu tidak bisa diukur dengan yang 27 juta jauh lebih tinggi nilainya kalau kita bedakan dengan rupiah. Dan kita sepakat menagatakan bodoh orang yang mengambil uang 1 juta padahal di depan matanya ada uang 27 juta, maka dalam kesempatan ini kami betul-betul menghimbau mengetuk hati kita mari kita maksimalkan potensi yang ada pada diri kita untuk merebut akhirat yang tertinggi. Karena kita tidak tahu kapan ajal kita akan menjemput kita.

Kaum mukminin yang di rahmati Allah :

Memang kita hidup di dunia dan banyak kebutuhan dan Allah juga mengatakan bahwa mencintai dunia itu memang fitrah siapapun kita pasti mencintai dunia sebagaimana firman Allah dalam surat ali Imran ayat 14 Allah mengatakan kepada kita bahwa memang di jadikan indah pada manusia pandangan akan kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu wanita-wanita. Siapapun dia laki-laki di dunia pasti menginginkan dunia, kemudian mengingingkan harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang dan Allah kunci ayat ini dengan mengatakan itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik. Dia mendapatkan harta yang banyak, istri yang cantik, emas dan lain-lain itu fitrah kita menginginkannya tapi Allah katakan bahwa di sisi Allah di akhirat jauh lebih baik daripada itu. Maka bagi kita laki-laki yang meminang wanita maka pastikan ketika kita meminang wanita itu tidak tergadai akhirat kita dan bagi kita yang ingin mengumpulkan harta pastikan tidak tergadai akhirat kita, kadang-kadang di depan mata kita ada peluang dan peluang ini tidak halal kita sikat, kita ambil sebelum kita bertaubat malaikat maut datang alangkah malangnya hidup kita.

Sidang jama’ah jum’at yang di rahmati Allah

Hari berganti hari tahun berganti tahun apakah siklus kehidupn ini seperti ini-ini saja apakah ibadah kita tidak ada peningkatannya, Rasulullah jelas sekali mengatakan kepada kita ada tiga tingkatan orang dalam mempergunakan waktu: Ada yang disebut dengan orang yang beruntung adalah orang yang hari ini atau tahun ini kebih baik dari hari atau tahun kemaren kemudian kedua disebut dengan orang yang rugi yaitu orang yang hari ini atau tahun ini sama saja dengan hari atau tahun kemaren kemudian yang ketiga orang yang celaka yaitu orang yang hari ini lebih buruk dari pada hari kemaren. Bayangkan kaum mukminin tingginya etos kerja orang Islam sama dianggap merugi, tidak ada istilah pulang pokok dalam Islam. Jadi kaum mukminin tahun 1428 H telah berlalu kira-kira 1429 H lebih baik atau tidak dibandingkan tahun 1429 H. Mana lebih banyak tahajjut kita di tahun 1429 H atau tahun 1428 H? mana lebih banyak shalat berjama’ah kita di tahun 1429 H atau 1428 H? Sama dianggap rugi, kurang dianggap celaka, maka marilah kita gunakan kesempatan yang masih Allah titipkan kepada kita untuk benar-benar menjadi orang-orang yang beruntung.

Fa’tabiru ya ulil absar la’allkum turhamun…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MULAI SEKARANG

KUNJUNGI

KAMI DI SINI